banner 160x600
banner 160x600
banner 970x250

LSM Gepmat Tuding Pengerjaan Sejumlah Paket Proyek SMA Negeri 1 Ketambe Agara Diduga Proyek Siluman

  • Bagikan

Nasional detik.com | Kutacane, sejumlah paket pekerjaan proyek yang sedang dikerjakan oleh pihak rekanan diduga sebagai proyek siluman. Pasalnya sejumlah paket pekerjaan proyek di sana seperti proyek penimbunan lapangan sekolah dan proyek lapangan bola voli tanpa papan informasi (plang). Sehingga wajar saja dituding bahwa sejumlah paket pengerjaan proyek di SMA negeri 1 Ketambe kabupaten Aceh Tenggara, diduga telah melanggar , Perpres Nomor 54/2010 dan Nomor 70/2012. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lsm Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (GEPMAT) Agara, Faisal Kadri Dube S Sos kepada Nasional detik.com Kamis (24/11/2022).

Faisal menyebutkan bahwa pihak rekanan diduga dengan sengaja tidak memasang papan informasi terkait proyek tersebut. Hal tersebut diduga untuk mengelabui para masyarakat maupun kalangan sosial control baik Lsm maupun wartawan. Padahal sudah jelas dalam setiap pengerjaan proyek yang bersumber dari anggaran negara baik proyek fisik maupun non fisik harus ada papan informasi nya. Guna untuk memudahkan kita untuk melakukan pengawasan. Setiap warga maupun sosial control bisa mengawasi setiap item progres pekerjaan maupun mata anggaran nya untuk menghindari adanya praktik kecurangan oleh pihak rekanan. Jelas Faisal Kadri Dube S Sos.

Karena sudah jelas tertuang dalam Perpres Nomor 54/2010 dan Nomor 70/2012 namun hal tersebut dihiraukan oleh pihak rekanan.

Saya berharap kepada pihak rekanan untuk bekerja sesuai dengan aturan undang-undang. Serta dalam waktu dekat ini untuk secepatnya bisa memasang papan informasi proyek tersebut. Sebab dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 sudah jelas mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya.


Faisal Kadri Dube S Sos juga menekankan kepada pihak konsultan pengawas proyek, supaya bekerja secara profesional dalam melakukan pengawasan. Karena menurut informasi bahwa material sirtu yang sudah di hampar kan untuk kebutuhan proyek penimbunan lapangan sekolah SMA negeri 1 Ketambe kabupaten Aceh Tenggara tersebut diduga tidak mempunyai izin galian c sehingga ini perlu didalami oleh pihak penegak hukum dan mengusut dari material sirtu tersebut didatangkan oleh pihak rekanan ke lokasi. Karena lokasi galian c yang mempunyai izin resmi cuma di daerah Bambel. Tegasnya

Sementara itu, Hendra selaku pihak konsultan pengawas proyek tersebut saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya kepada media ini mengatakan, terkait plang proyek paket pekerjaan proyek penimbunan lapangan sekolah itu, sebelumnya sudah dipasang papan plang proyek nya. Sedangkan terkait izin galian c untuk material sirtu proyek tersebut saya tidak paham. Sedangkan menurut Hendra selaku pengawas, bahwa proyek yang sedang dikerjakan oleh pihak rekanan tersebut berasal dari Pokok pikiran (Pokir) anggota DPR Aceh. Singkatnya.[Hidayat]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *