banner 160x600
banner 160x600
banner 970x250

Pengumuman Dan Penahanan Tersangka Dugaan TPK Penerimaan Hadiah Atau Janji Oleh Penyelenggara Negara Atau Yang Mewakili Terkait Pengurusan Dana Perimbangan Pada APBN-P 2017 Dan APBN 2018

  • Bagikan

Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi,melalui rilis yang disampaikan Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa 22 November 2022 Hari ini kami akan menyampaikan informasi terkait lanjutan pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara atau yang mewakili terkait pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018.

Dalam perkara ini, sebelumnya KPK telah menetapkan beberapa pihak sebagai Tersangka, antara lain, sbb : a. Sukiman, Anggota DPR RI periode 2014 s/d 2019 b. Natan Pasomba, Plt Kadis PUPR Pegunungan Arfak, Papua Barat c. Rifa Surya, Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Fisik II Subdirektorat Dana Aokasi Khusus Fisik II Dan Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Subdirektorat Dana Alokasi Khusus Non Fisik, Ditjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan.

Dengan telah dilakukannya pengumpulan berbagai informasi maupun bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud termasuk fakta persidangan dan fakta hukum dari perkara Sukiman dkk, selanjutnya KPK melakukan penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke penyidikan dengan mengumumkan tersangka, sbb : • SL (Suherlan, tidak dibacakan), Tenaga Ahli DPR Fraksi PAN dan saat ini menjabat Ketua Harian DPD PAN Subang.

Untuk kebutuhan penyidikan, Tim Penyidik menahan Tsk SL selama 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 22 November 2022 s/d 11 Desember 2022 di Rutan KPK pada Kavling C1 gedung ACLC.

Konstruksi perkara, diduga telah terjadi :

Pada sekitar April 2017, Natan Pasomba yang saat itu menjabat Plt Kadis PUPR Pegunungan Arfak, Papua Barat datang menemui Rifa Surya yang menjabat Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Fisik II Subdirektorat Dana Aokasi Khusus Fisik II Dan Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Subdirektorat Dana Alokasi Khusus Non Fisik, Ditjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan dan meminta agar dibantu dan difasilitasi mendapatkan alokasi dana DAK APBN-P 2017 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

Rifa Surya kemudian menyampaikan keinginan Natan Pasomba pada Tersangka SL selaku Tenaga Ahli DPR Fraksi PAN agar bisa dipertemukan dengan Sukiman yang menjabat anggota Komisi XI dari Fraksi PAN sekaligus anggota badan anggaran DPR RI. •

Selanjutnya dilakukan pertemuan di Jakarta yang dihadiri Rifa Surya, Tersangka SL dengan Natan Pasomba dan disepakati untuk dilakukan pengurusan dengan adanya pemberian sejumlah uang dengan persentase fee 9 % dari nilai dana DAK APBN-P 2017 yang nantinya akan cair.

Meneruskan keinginan Natan Pasomba tersebut, Rifa Surya dan Tersangka SL menemui Sukiman di gedung DPR RI dan menyampaikan kesediaan Natan Pasomba untuk memberikan sejumlah uang dengan memasukkan Kabupaten Pengunungan Arfak dalam daftar aspirasi DPR dan bisa diberikan alokasi dana maksimal. • Dengan bantuan Sukiman, dana DAK untuk Kabupaten Pengunungan Arfak sebesar Rp49,9 Miliar disetujui oleh Banggar DPR RI dan hal ini diinformasikan Tsk SL dan Rifa Surya ke Natan Pasomba.

Karena pengurusan pertama berhasil, Natan Pasomba kembali meminta Rifa Surya dan Tsk SL serta Sukiman agar dibantu dan difasilitasi kembali mendapatkan alokasi dana DAK APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak. • Kesepakatan besaran fee masih dengan persentase 9 % dari nilai dana DAK APBN 2018 yang nantinya akan cair. • Masih dengan cara yang sama, kemudian Rifa Surya dan Tersangka SL menyampaikan pada Sukiman untuk bisa mengusulkan Kabupaten Pengunungan Arfak mendapatkan alokasi dana DAK APBN 2018 dan akhirnya mendapatkan persetujuan Banggar DPR RI sebesar Rp79 Miliar.

Bocoran informasi persetujuan anggaran tersebut disampaikan Rifa Surya dan Tersangka SL pada Natan Pasomba sebelum adanya pengumuman resmi dari Kementerian Keuangan.

Terkait teknis penyerahan uang dari Natan Pasomba ke Rifa Surya dan Tersangka SL dilakukan melalui transfer rekening bank menggunakan rekening PT DIT (Dipantara Inovasi Teknologi, tidak dibacakan) yang kemudian diteruskan penyerahannya ke Sukiman dengan cara tunai dengan total sejumlah sekitar Rp2,6 Miliar dan USD 22.000.

Selain itu Rifa Surya dan Tersangka SL juga menerima uang terpisah dari yang diterima Sukiman dengan jumlah sekitar Rp800 juta. 6. Atas perbuatannya tersebut Tersangka SL disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (PRB)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *